Browse By

Stop Diskriminasi dan KDRT pada Perempuan dan Anak

Pontianak – Masih dalam suasana peringatan Hari Kartini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar peringatan tersebut di aula kediaman dinas Wali Kota Pontianak, Senin (25/4). Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak, Lismaryani Sutarmidji berpesan, sebagai kaum perempuan, meskipun sudah mengenyam pendidikan tinggi, bila sudah memiliki suami sekaligus ibu bagi anak-anaknya, kodrat wanita dalam kehidupan rumah tangga tidaklah sama dengan laki-laki, dalam hal ini suaminya.

“Sebab, suami tetap sebagai kepala rumah tangga dan pemimpin dalam keluarga,” ujarnya.

Ia berharap di Kota Pontianak tidak ada lagi diskriminasi, kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak maupun perceraian. Peringatan Hari Kartini yang diperingati setiap tahunnya, tidak hanya sekedar memperingati dengan kegiatan‐kegiatan saja tetapi muncul Kartini‐Kartini baru yang melegenda seperti Ibu Kartini.

”Sebuah bangsa akan maju tergantung pada kualitas perempuan. Dan dibalik suksesnya sebuah keluarga tidak terlepas dari peran kaum perempuan, baik sebagai istri maupun sebagai ibu dari anak-anaknya,” tuturnya.

Walikota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, dalam memaknai Hari Kartini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berupaya melakukan pencegahan dengan mengkampanyekan agar tidak terjadi tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun terhadap anak-anak.

“Kita juga kampanyekan kewajiban seorang perempuan sebagai seorang ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya,” ungkap dia.

Upaya konkrit yang dilakukan pihaknya untuk mencegah terjadinya perdagangan orang (human trafficking) maupun kaum perempuan yang kerap menjadi korban perdagangan manusia, yakni dengan menggelar secara rutin razia rumah-rumah kos dan penginapan yang disinyalir sebagai tempat praktek prostitusi.

“Kita selalu gencar dan rutin melakukan razia rumah-rumah kos atau hotel-hotel yang disinyalir sebagai tempat praktek prostitusi,” terang Sutarmidji.

Terkait kesetaraan gender antara kaum laki-laki dengan perempuan, hal itu tidak perlu dikuatirkan. Sebab, di Kota Pontianak terutama di jajaran Pemkot, dirinya sudah menerapkan kesetaraan gender dengan memberikan kepercayaan kepada kaum perempuan untuk menduduki jabatan-jabatan strategis yang umumnya dipimpin kaum pria.

“Misalnya Inspektorat, Kasatpol PP, Kepala Dishubkominfo dan beberapa kepala SKPD dipimpin kaum perempuan,” pungkasnya. (Wati Susilawati)