Sulastri : “Politik dan Perjuangan Tanpa Henti”

Pontianak – Sebagai anggota DPRD Kota Pontianak yang mengemban amanah masyarakat, Sulastri, S.E, legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi perkara wajib. Politik adalah bagian tidak terhindarkan dari legislator daerah pemilihan Kecamatan Pontianak Kota ini.  Baginya, politik adalah sarana untuk menjawab aspirasi di akar rumput, mengingat masih banyak persoalan sosial masyarakat yang masih harus diselesaikan.

Sebangai wanita, tidak masalah bagi Sulastri untuk berbaur dengan berbagai kalangan guna menggalang aspirasi. Tak pelak, banyak pelajaran politik yang didapatnya selama ia menjabat wakil rakyat.

Persoalan di akar rumput sangat menarik dan penuh keberagaman. Meskipun beragam tapi intinya tetap sama menuntut solusi sosial yang harus dihadapi bersama.

“Kebanyakan persoalan masyarakat kita adalah kesehatan, pendidikan, masalah sosial kemasyarakat dan infrastruktur. Ke empat masalah itu kerap terjadi dan sadar atau tidak masih belum terselesaikan dan mereka menunggu jembatan komunikasi yang baik. Nah, saya hadir untuk  menjadi penjembatan aspirasi mereka guna disampaikan kepada pemerintah agar bisa diatasi,” ujar anggota DPRD Kota Pontianak periode 2014-2019 ini.

Diakuinya, butuh keberanian menjadi seorang perempuan yang duduk di kursi perleman. Bukan hanya keberanian secara politik tapi keberanian menghadapi dan menyelesaikan persoalan masyarakat yang ada di wilayahnya tersebut.

“Persoalan warga itu sebanarnya hanya fokus di satu dua titik saja, seperti masalah kesehatan. Saat ini saya fokus bagaimana pelayanan pos terpadu atau posyandu bisa maksimal dan para ibu dan anaknya bisa menjadikan posyandu sebagai layanan dalam menjaga kondisi balitanya,” ujar dia.

Selain Sulastri, tercatat di DPRD Kota Pontianak, perempuan yang terpilih hanya ada enam orang srikandi. Mereka adalah Hui Kiang dari PDI Perjuangan. Emiliana T.B, S.H., M.Si juga dari PDI Perjuangan. Amalia Atika, S.H., M.Kn dari Partai Nasdem. Nella Lenny Heriyani, S.H. dari PDI Perjuangan dan Bebby Nailufa, S.E dari Partai Golkar.

Menurut dia,  enam perempuan parlemen masih sedikit dibanding mayoritas suara parlemen pria namun itu bukan menjadi persoalkan untuk dikhawatirkan karena ia percaya soal kompetensi baik pria dan wanita sama, tinggal kapabelitas yang menjadi tolak ukur kemampuan politik seseorang.

“Terpenting adalah bagaimana masyarakat terlayani dengan adanya para wakil rakyat. Ini menjadi tantangan kita ke depan, makanya perlu keberanian untuk menghadapi tekanan baik di dalam maupun di luar,” ujarnya. (Wati Susilawati)

Simak Warta Volare setiap Senin-Jum’at pukul 12.00 dan 15.55. Simak pula Warta Volare Weekend setiap Sabtu pukul 07.00 dan 12.00 di Volare 103.4 FM