Sutarmidji : Banyak Belajar dari Pengusaha Sukses

Pontianak – Kesuksesan dari seorang pengusaha dalam menjalankan bisnis yang digelutinya tidak serta merta diraih dalam waktu singkat. Karenanya, Walkota Pontianak, Sutarmidji berpesan kepada para pengusaha muda supaya banyak belajar dari pengusaha-pengusaha sukses yang telah melalui berbagai tantangan dan rintangan hingga mengantarkannya pada puncak kesuksesan usaha yang digeluti.

“Jangan belajar dari pengusaha karbitan, pengusaha yang secara drastis cepat sukses dalam menjalankan bisnisnya, namun cepat pula redup usahanya,” ujarnya saat memberi materi pada Seminar Wirausaha Peran Pemuda dalam Membangun Perekonomian Daerah, Kamis (9/3).

Menurutnya, seorang pengusaha harus tangguh, tahan banting, tidak mudah putus asa serta jangan pula ingin cepat kaya dalam waktu singkat. Banyak yang bisa dipelajari dari success story seorang pengusaha sukses. Dengan mempelajari perjalanan hidup seorang pengusaha hingga mencapai kesuksesannya, maka akan membuat diri semakin matang dan mental yang kuat dalam memulai usaha.

“Baca biografi pengusaha sukses, apa yang membuatnya sukses dalam menggeluti bisnisnya. Contoh Bob Sadino, Aburizal Bakrie dan lainnya,” ucap Sutarmidji menyebutkan beberapa nama pengusaha sukses yang bisa menjadi contoh.

Namun, lanjutnya lagi, jangan pula hanya memandang mereka sukses tanpa melihat ke belakang bagaimana perjalanan kesuksesannya. Walikota dua periode ini menilai, umumnya pengusaha itu belum tertempa mentalnya, mentalnya masih lemah sehingga ketika mengalami kerugian sedikit, dia langsung berhenti dan menutup usahanya.

Orang nomor satu di Kota Pontianak ini menyebut, tidak sedikit pengusaha sukses di Pontianak yang bisa dijadikan contoh dalam menjalankan bisnis atau usaha. Sebut saja pengusaha kuliner Raja Uduk atau Ayam Pak Usu yang sudah memiliki cabang di beberapa tempat.

“Tanya saja mereka, mulai dari mana, modalnya berapa, bagaimana mereka membangun usahanya,” imbuhnya.

Diungkapkan Midji, dalam menjalankan usaha, butuh waktu dan proses hingga bisa meraih kesuksesan. Hal itu didengarnya langsung dari beberapa pedagang yang berada di sekitar Hotel Novotel Mangga Dua Square, tempatnya menginap ketika berdinas di Jakarta. Dirinya mengaku, kerap melakukan survey dengan bertanya kepada beberapa pedagang di sana. Ternyata sebagian besar dari pedagang itu, tiga tahun baru bisa menikmati keuntungan walau jumlahnya masih sedikit. Selama tiga tahun ke belakang, mereka justru nombok atau rugi. Setelah tahun ketiga, mereka mulai mendapat keuntungan.

“Coba di sini, baru sebulan saja rugi, sudah tutup kiosnya,” ucapnya.

Padahal, terkait kendala perizinan, permodalan dan lainnya menurutnya tidak ada masalah. Kredit Usaha Rakyat (KUR) bunganya hanya 9 persen, perizinan hampir semua tidak dikenakan biaya, begitu pula pembuatan akta perusahaan di notaris tidak mahal. (Wati Susilawati)

Simak Warta Volare setiap hari Senin-Jum’at pukul 12.00 dan 16.00 di Volare 103.4 FM