Browse By

Sutarmidji Minta Finalis Bujang Dare Perkaya Wawasan

Pontianak – Sebanyak 30 finalis Bujang dan Dare Pontianak 2016 mendapat pembekalan dari Walikota Pontianak, Sutarmidji di Gedung Dapen Bank Kalbar Pontianak, Rabu (19/10).

Dirinya berharap, para finalis Bujang Dare memperkaya wawasan dan pemahamannya tentang Kota Pontianak, ilmu pengetahuan tentang Indonesia serta berita-berita terkini. Tak kalah pentingnya, prestasi-prestasi yang diukir Kota Pontianak maupun berbagai hal yang bisa dibanggakan juga mesti mereka kuasai.

“Supaya ketika menjadi duta untuk mempromosikan Pontianak, dia tahu apa yang harus disampaikan,” ujarnya.

Selain itu, orang nomor satu di Kota Pontianak ini berpesan kepada seluruh finalis Bujang Dare untuk memahami dan mengenali dengan baik obyek wisata yang ada di Pontianak termasuk keunikan-keunikan yang dimiliki kota berjuluk Khatulistiwa. Diakui Sutarmidji, sengaja ada beberapa hal yang tidak dipaparkannya di depan finalis untuk memotivasi mereka menggali lebih dalam wawasan dan pengetahuan lainnya.

“Supaya mereka lebih mengeksplor dan itu akan menjadi wawasan bagi mereka,” imbuhnya.

Nantinya, sambung dia, ketika penilaian, para finalis semestinya tampil sebagai sosok yang memahami tentang budaya disertai wawasan dan pengetahuan tentang Indonesia bahkan dunia. Ia tak ingin para finalis tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan sepele dan bisa dijawab oleh anak-anak di bawah umur mereka.

“Jangan sampai pertanyaan-pertanyaan sepele, yang anak-anak di bawah umur mereka tahu, justru finalis tidak tahu. Hal seperti itu saya harapkan tidak terjadi lagi,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Sutarmidji juga mengajak para finalis sebagai generasi muda harus menyiapkan diri menjadi generasi yang kreatif. Sebab bila mereka tidak siap menjadi generasi kreatif, maka ia tetap akan menjadi warga kelas dua.

“Kreatifitas itu ke depan merupakan kunci keberhasilan daya saing,” sebutnya.

Menurutnya, kemajuan teknologi kini, membuat segala hal menjadi mudah. Siapapun yang ingin menggeluti suatu usaha, tidak mesti memiliki kantor. Di warung kopi pun usaha itu bisa dikendalikan. Demikian pula memasarkan produk, tidak perlu punya toko. Ingin jadi pengusaha toko swalayan, tidak perlu toko swalayan.

“Cukup dengan memanfaatkan aplikasi yang ada, kita sudah bisa memasarkan produk-produk itu,” imbuh wali kota yang terpilih dua periode ini.

Sutarmidji menyebut, tidak sedikit kreatifitas yang lahir dari generasi muda penggiat ekonomi kreatif di Kota Pontianak, terutama bidang IT. Cikal bakal Tokopedia berasal dari Pontianak. Ada pula anak muda bernama Benny Fajarai (25) yang sukses dengan qlapa.com, yakni sebuah situs yang mewadahi pengrajin untuk memasarkan produk mereka kepada pembeli, pembeli juga lebih mudah menemukan produk-produk unik yang dibuat oleh pengrajin. Benny termasuk dalam deretan pengusaha muda yang berhasil di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Kemudian ada satu anak muda Pontianak yang bekerja di perusahaan Google.

Ia juga mengapresiasi aplikasi Angkuts, yakni aplikasi yang diciptakan oleh Hafiz, anak muda Pontianak. Aplikasi berbasis android itu bahkan berhasil meraih juara ketiga se-Indonesia. “Awalnya Angkuts itu aplikasi yang diperuntukkan untuk mengangkut sampah yang bisa di daur ulang, sekarang berkembang hingga melayani delivery order makanan,” pungkasnya. (Wati Susilawati)