Tak Ada Aturan Masuk SD Pakai Tes

KOPPI – 27 April 2013

Awal Juli mendatang, pendaftaran untuk memasuki Sekolah Dasar akan dimulai, bahkan beberapa  SD swasta di Pontianak telah menutup pendaftarannya sejak awal April kemarin.

Menurut peraturan dari Kemendiknas, Pelajar sekolah dasar umumnya berusia 7-12 tahun. Di Indonesia, setiap warga negara berusia 7-15 tahun, wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.

M. Salimin sebagai Wakil Kepala Kesiswaan sekolah MIN Teladan menjelaskan, untuk penerimaan siswa yang akan dimulai sekitar awal juli atau setelah penerimaan rapot siswa, usia anak adalah 6 sampai 7 tahun, atau lebih.

Menurutnya, untuk usia 7 tahun akan lebih diutamakan dan yang belum sampai 7 tahun akan mengikuti tahap seleksi terlebih dahulu.

Ketika ditanyakan mengenai kesiapan anak yang berusia belum mencapai 7 tahun kemungkinan lebih baik dari yang telah berusia 7 tahun, Salimin menjelaskan pemantauan kesiapan belajar anak akan tetap dilakukan, dan lebih diutamakan pada usia tersebut karena menurutnya siswa dianggap lebih siap menerima pelajaran, lebih mandiri, dan mudah mengerti ketika diberi instruksi oleh gurunya.

Pada tahun ajaran 2012/2013, MIN teladan  telah menerima siswa sebanyak 237 siswa yang terbagi menjadi 6 kelas.
Min teladan menjadi sekolah favorit atau banyak dipilih orang tua, dikarenakan di sekolah tersebut mengutamakan pendidikan agama dengan porsi 75% pendidikan agama dan 25% pendidikan umum. Selain itu karena MIN adalah sekolah negeri sehingga siswa terbebas dari biaya sekolah, juga sekolah ini dipandang sangat mengutamakan kualitas pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Mulyadi menjelaskan persyaratan nasional itu 7 tahun, kalau berdasarkan ranking umur, atau prioritas utama usia yg lebih tua. Jika sekolah tersebut masih memenuhi kuota, maka kemungkinan besar anak yang berusia belum mencapai 7 tahun bisa masuk ke sekolah tersebut.

Terkait dengan adanya tes saat memasuki Sekolah Dasar, Mulyadi terang-terangan menolak adanya hal tersebut, tidak ada peraturan dari Walikota ataupun Dinas Pendidkan yang mewajibkan sekolah untuk melakukan tes terhadap calon siswanya. Baik Sekolah Dasar Negeri atau Swasta sekalipun, tidak diperkenankan untuk melakukan tes masuk SD. Yang ada kata Mulyadi, hanya seleksi berdasarkan umur. Umur 7 tahun lebih diprioritaskan untuk masuk mengingat usia tersebut menyangkut kesiapan anak dalam menempuh pendidikan.

Mulyadi menambahkan, jika ada sekolah yang melakukan tes dalam bentuk penyeleksian di luar dari penyeleksian umur, pihaknya akan melakukan tindakan. Karena menurutnya hal tersebut tidak ada aturannya. Ia meminta kepada orangtua calon siswa agar cermat dalam memasukkan anaknya ke SD. Apabila ada hal-hal yang dianggap janggal, segera laporkan.(sr)