Timbun Kebutuhan Pokok Wali Kota Ancam Cabut Izin Gudang

Pontianak – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan berupaya supaya pasar bisa menyediakan sebanyak mungkin stok kebutuhan pokok terutama menjelang Bulan Suci Ramadan 1437 Hijriyah yang tak lama lagi.

Walikota Pontianak, Sutarmidji menegaskan, pihaknya akan mengawasi gudang-gudang yang menyimpan kebutuhan pokok. Dirinya mengancam akan langsung mencabut izin usaha gudang-gudang yang kedapatan menimbun kebutuhan pokok tanpa peringatan terlebih dahulu.

“Kalau sampai misalnya bawang merah langka, gula langka dan bahan-bahan kebutuhan pokok lainnya langka, saya akan cabut izin gudangnya. Coba saja kalau tidak percaya, karena saya akan lakukan apa yang saya ucapkan,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/5).

Sutarmidji akan meminta bantuan dari penegak hukum, baik pihak kepolisian maupun kejaksaan untuk menindak tegas apabila ada permainan-permainan curang yang dilakukan distributor dan agen. Bahkan, pihaknya sudah menginventarisir gudang-gudang para pengusaha penyalur kebutuhan pokok. Keberadaan gudang-gudang tersebut, misalnya gudang bawang, gudang gula dan gudang-gudang lainnya sudah diketahui dan terdeteksi oleh Pemkot Pontianak, baik yang ada di Pontianak maupun di Kabupaten Kubu Raya. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan Pemerintah kabupaten Kubu Raya untuk mengantisipasi kecurangan yang dilakukan para distributor maupun agen.

“Tolong harga gula segera diturunkan dengan menyediakan sebanyak mungkin di pasaran. Bawang merah juga jangan ditahan, telur juga jangan ditahan. Semuanya harus tersedia di pasaran,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi gejolak-gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok, pihaknya akan melakukan evaluasi-evaluasi. Bila memang ada gejolak naiknya harga kebutuhan pokok, maka tahun depan pihaknya akan memasok stok semua kebutuhan pokok tersebut dan dilepas di pasaran. Hal ini dilakukan supaya para distributor maupun agen tidak seenaknya menaikkan harga kebutuhan pokok secara tidak wajar terutama menjelang hari-hari besar keagamaan. “Kita akan kucurkan dana berapa pun untuk menekan harga. Saya yakin para distributor dan agen tidak akan mampu melawan intervensi seandainya Pemkot melakukan operasi pasar untuk menekan harga,” kata Midji.

Ia mengimbau dan mengajak para agen, distributor dan produsen supaya jangan suka melakukan hal-hal atau kebiasaan selama ini terutama menjelang bulan puasa yakni menaikkan harga yang tidak wajar.

“Tidak ada alasan dan tidak ada dasar untuk menaikkan harga pada saat ini,” tukasnya.

Sutarmidji menyebut, beberapa harga kebutuhan pokok sudah mulai merangkak naik. Sebut saja, gula pasir sudah ada kenaikan sekitar 10 persen, bawang merah bergerak stagnan meskipun ada kenaikan sedikit sekitar 5 persen. Begitu pula telur ayam naik 5 persen serta bahan-bahan kebutuhan pokok lainnya.

Memasuki bulan puasa yang tak lama lagi, dirinya mengajak masyarakat Pontianak untuk melaksanakannya dengan sesederhana mungkin dan jangan berlebihan. Demikian pula menjelang lebaran, jangan juga berlebihan. Apabila masyarakat membeli bahan-bahan kebutuhan pokok secara berlebihan, sehingga stoknya kian menipis maka harganya juga akan semakin melonjak naik.

“Belilah sebatas memang yang dibutuhkan, jangan berlebihan karena akan mubazir. Dalam agama juga tidak dibolehkan hal-hal yang mubazir,” pungkasnya. (Wati Susilawati)