Browse By

Transaksi Non Tunai Mampu Naikan PAD

Pontianak – Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Dwi Suslamanto menyatakan, transaksi non tunai tidak hanya berlaku antara masyarakat dengan masyarakat saja, tetapi juga antara masyarakat dengan pemerintah atau sebaliknya.

“Misalnya penyaluran bantuan-bantuan sosial, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pembayaran tagihan PLN, telepon, PDAM dan sebagainya,” tuturnya.

Menurut Dwi, berdasarkan informasi dari salah seorang kepala daerah di Jawa yang memanfaatkan transaksi non tunai dengan perbankan, menyebutkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya bisa meningkat dua kali lipat dalam waktu tidak sampai setahun.

“Bahkan ada hasil survey yang mengindikasikan adanya hubungan positif antar penggunaan transaksi non tunai dengan pendapatan per kapita,” ungkapnya.

Walikota Pontianak, Sutarmidji, pun mengajak kaum muda untuk menjadikan transaksi non tunai atau uang elektronik ini sebagai gaya hidup. Sebab penggunaan uang tunai dalam bertransaksi akan membebani anggaran yang dikeluarkan negara untuk mencetak uang.

“Untuk itu, pihak perbankan diminta semakin memperluas jaringannya dalam memudahkan penggunaan transaksi keuangan secara elektronik. Dengan tingkat sumber daya manusia semakin baik, saya rasa akan memudahkan penerapan transaksi elektronik selain ditunjang jaringan perbankan yang diperluas,” katanya.

Transaksi non tunai di jajaran Pemkot Pontianak yang berkaitan dengan keuangan di bawah pengelolaan Pemkot, hampir 80 persen sudah menerapkan transaksi non tunai atau melalui transfer. Terakhir, yang telah diterapkan Pemkot adalah pembayaran upah bagi tenaga harian lepas termasuk petugas penyapu jalan dan petugas pemungut sampah melalui transfer.

“Kami akan terus berupaya untuk mendorong masyarakat Pontianak supaya bertransaksi non tunai. Ini perlu juga dikuatkan di pasar-pasar tradisional,” ungkap Sutarmidji. (sis)