Browse By

Tugu Kuntilanak Tak Cocok Dibangun di Pontianak

Pontianak – Anggota DPRD Kota Pontiamak dari Fraksi PPP Hamyani angkat bicara terkait rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar yang akan membangun tugu Kuntilanak.

Menurutnya, tidak tepat jika Pemprov merealisasikannya, karena sosok Kuntilak adalah sosok fiktif dan dalam ajaran Islam pembangunan patung tersebut melanggar syariat.

“Kita bangun yang real saja, ketimbang membangun sesuatu yang tidak jelas dan tidak menambah pemanfaatan pembangunan di Kota Pontianak. Tidak akan cocok dibangun dengan kultur budaya agamis kita” ujarnya.

Terlepas dari persoalan agama, pembangunan tugu Kuntilanak menurutnya harus benar-benar dikaji dulu, mengingat penggambaran sosok hantu tersebut cenderung fiktif meskipun dalam sejarah pendirian Kota Pontianak sosok-sosok Kuntilanak digambarkan.

“Tapi kejadiannya bukan untuk diingat tapi untuk diluruskan kembali apa yang terjadi. Jika dilihat dari seninya pun saya yakin banyak orang yang tidak setuju, karena sosoknya seram dan menakutkan. Siapa yang bisa melihat sosok nyata baik wajah, selain yang digambarkan sepintas tapi abstrak tersebut,” ujarnya.

Pemerhati Kota Pontianak, Turiman Faturahman pun dalam blognya nyata-nyata menolak pembangunan tugu Kuntilanak tersebut. Menurutnya, jika ingin membangun, bangunlah sesuai berdasarkan fakta sejarah yang mendukung perjuangan dan pembangunan Kalbar, baik di masa lalu maupun masa sekarang

“Seharusnya energi pemerintah dihabiskan dengan mempertimbangkan membangun monumen untuk Sultan Hamid penggagas lambang burung Garuda ketimbang membuat suatu tugu Kuntilanak, yang nilai sejarahnya tidak ada,” akunya.

Monumen Sultan Hamid harusnya menjadi perhatian pemerintah karena lekat dengan sejarah dan membuat harus Kalbar yang ternyata mampu berkontribusi terhadap sejarah Indonesia.

“Ini penting dengan mengingatkan kembali sejarah. Karena ternyata Kalbar juga berkontribusi terhadap perjuangan Indonesia, ini suatu moment besar tapi sampai sekarang belum ada reaksi dari pemerintah,” kicaunya. (Wati Susilawati)

Simak Warta Volare setiap hari Senin-Jum’at pukul 10.00 dan 21.00 di Volare 103.4 FM