Uni Eropa dan Wahana Visi Indonesia Dukung Perwujudan Kabupaten Layak Anak di Kalimantan Barat

Pontianak – Selaras dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA) yang tertuang dalam Undang-Undang No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Wahana Visi Indonesia (WVI) dengan dukungan dari Uni Eropa meluncurkan Program Penguatan Peran Masyarakat Sipil dan Organisasi Masyarakat Menuju Kabupaten Sintang, Melawi, dan Sekadau Layak Anak. Program yang berlangsung selama 4 tahun yang dimulai Februari  2016 hingga Januari 2020 ini, menyasar 3 Forum Anak, 10 Organisasi Masyarakat Sipil di Kalimantan Barat, 3 gugus tugas KLA, pemerintah daerah dan sejumlah fasilitator masyarakat desa, dengan fokus untuk mendukung pencapaian klaster 3 KLA, yaitu kesehatan dasar dan kesejahteraan.

Melalui program ini, WVI telah membentuk koalisi perlindungan anak di masing-masing kabupaten tersebut, yaitu KOMPAS (Koalisi Organisasi Masyarakat Peduli Anak Sekadau), KOPAS (Koalisi Organisasi Peduli Anak Sintang), dan KOMPAWI (Koalisi Organisasi Masyarakat Peduli Anak Melawi).

Implementasi program ini akan dilaksanakan di 10 kecamatan dan 50 desa di ketiga kabupaten yang menjadi sasarannya. Dengan wilayah intervensi awal di 20 desa pada tahun pertama yang   meliputi:

  • Kabupaten Sintang -> Kayan Hilir (desa Paoh Desa, desa Nanga Tikan, desa Pelaik, desa Nyangkom, desa Kerapa Sepan), Kec. Tempunak (desa Nanga Tempunak, desa Tanjung Perada), Kec. Sepauk (desa Kenyauk, desa Temiang Kapuas, desa Sinar Harapan)
  • Kabupaten Sekadau -> Sekadau Hilir (desa Semabi, desa Seraras), Kec. Nanga Taman (desa Pantok, desa Lubuk Tajau, desa Semangak)
  • Kabupaten Melawi -> Panoh Utara (desa Sungai Pinang, desa Engkurai), Kec. Ella Hilir (desa Pelampai Jaya, desa Bemban Permai, desa Kahiya)

Inisiatif tersebut dilaksanakan oleh WVI dan Uni Eropa untuk menguatkan kapasitas masyarakat sipil dan Organisasi Masyarakat Sipil dalam meningkatkan implementasi kebijakan serta mengawasi kondisi kesehatan dan kesejahteraan demi perwujudan Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA) di tiga kabupaten tersebut. Dua pilar utama dari tujuan tersebut adalah peningkatan anggaran kesehatan dan kesejahteraan serta kemampuan masyarakat untuk mengidentifikasi kesenjangan sistem dalam menyediakan layanan kesesehatan dan kesejahteraan dalam rangka perwujudan KLA.

Untuk mencapai tujuan tersebut, keduanya melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan kapasitas bagi organisasi-organisasi masyarakat sipil, forum anak, kelompok masyarakat, serta pemerintah daerah, diskusi dan konsultasi publik, lokakarya analisa anggaran dan kebijakan, pembinaan untuk menguatkan koalisi dan memperluas jaringan organisasi-organisasi masyarakat sipil yang terfokus pada kebijakan pro-anak, melakukan pendekatan terhadap parlemen lokal, dan lain-lain.

“Kami sangat bersyukur atas kemitraan dengan Uni Eropa ini. Melalui seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka mewujudkan Kabupaten Layak Anak pada 3 wilayah dampingan kami tersebut, kami berharap dapat membawa dampak perubahan bagi 38.000 anak (19.000 anak laki-laki dan 19.000 anak perempuan) dan 107.282 masyarakat (55.000 masyakat laki-laki dan 52.200 masyarakat perempuan). Saat ini sudah waktunya seluruh komponen masyarakat, termasuk anak-anak itu sendiri, turut berkontribusi dan menjadi mitra kerja pemerintah dalam membuat perubahan bagi kesejahteraan anak di Indonesia,” ujar Henry Gabriel, Project Manager WVI.

Segala upaya akan terus dilakukan guna membangkitkan semangat seluruh komponen masyarakat dalam memastikan bahwa hak anak akan kesehatan dan kesejahteraan dihormati, dilindungi dan dipenuhi oleh Pemerintah Daerah.

Sekilas Mengenai Wahana Visi Indonesia (WVI)

Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah yayasan kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk membawa perubahan berkelanjutan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam keterbatasan tanpa membedakan latar belakang agama, ras, suku dan jender. WVI, sebagai yayasan yang berfokus pada kesejahteraan anak, melayani di sektor kesehatan, pendidikan, penguatan ekonomi, dengan pendekatan pengembangan masyarakat jangka panjang, manajemen bencana, dan advokasi. Saat ini mendampingi masyarakat di 46 wilayah di Indonesia melalui program pengembangan wilayah.

Sekilas Mengenai Uni Eropa

Uni Eropa merupakan kelompok 28 negara-negara Eropa yang demokratis. Telah lebih dari setengah abad Uni Eropa berhasil mempertahankan perdamaian, stabilitas dan kemakmuran, dan secara progresif membangun pasar tunggal Eropa dimana warga, barang, jasa dan modal dapat bebas beredar di wilayahnya. Keberhasilan ini diakui secara internasional pada tahun 2012 dengan dianugerahkannya Penghargaan Nobel Perdamaian kepada Uni Eropa. Dengan lebih dari 500 juta warga negara yang tinggal dalam batas wilayahnya, Uni Eropa merupakan kekuatan global. Uni Eropa merupakan ekonomi terbesar dunia, mewakili hampir seperempat dari GDP dunia. Selain itu, Uni Eropa merupakan blok perdagangan serta donor bantuan pembangunan terbesar dunia. Silahkan kunjungi: http://eeas.europa.eu/indonesia