Wajib Pakai Masker

Warta Volare Edisi 12 Februari 2015

Pontianak – Pengelola Program Tubercolosis (TBC atau TB)  P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Herlantoro, mengingatkan masyarakat jika terserang batuk untuk menggunakan masker.

Ini kata dia penting dilakukan untuk mencegah virus keluar dari mulut penderita dan menularkannya kepada orang lain.

“Jumlah virus yang keluar dari mulut penderita TB itu sangat besar. Untuk menghindari penularan, si penderita meskipun tidak sadar harus menggunakan masker,” ujarnya.

Diakuinya, penggunaan masker di Kota Pontianak dan Kalbar pada umumnya belum menjadi kebutuhan dan tidak terbiasa.

“Harus terbiasa seperti di Jakarta dan kota besar-besar lain juga menggunakan masker. Ini proteksi dari karena jika sudah mengetahui TB harus sadar dengan penyakitnya. Maka, saya minta gunakan masker jika keluar rumah,” paparnya.

Diakuinya, tingkat kesadaran masyarakat akan penyakit menular masih kurang. Terbukti, minimnya kesadaran menggunakan masker saat terserang penyakit, terutama TB.

TB adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri tersebut merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya.

Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia yang lain.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, tahun 2013 lalu, jumlah TB mencapai 5.700 kasus. Sementara sejak Januari-Oktober 2014, jumlah penderita TB mencapai 4.000 kasus. Jika menggunakan estimasi prevalensi (proporsi populasi, red) jumlah TB harusnya mencapai 9.000 kasus.

Untuk itu kenali gejala TB sejak dini. Jika batuk selama lebih dari tingga Minggu, patut diwaspadai. Penderita juga mengalami demam tapi tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam.

“Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. Gejala lain, penurunan nafsu makan dan berat badan dan lemah,” ucapnya. (sis)