Wali Kota: Jangan Kelas Duakan Puskesmas

Warta Volare – 23 April 2013

Walikota Pontianak, Sutarmidji  mengatakan kebanyakan masyarakat Kota Pontianak menganggap puskesmas sebagai tempat berobat nomor dua, seharusnya pemikiran seperti itu dihilangkan, karena dokter di Puskesmas sudah ada begitu juga dengan peralatannya yang kini sudah lengkap. Bahkan saat ini Puskesmas pun memiliki laboratorium.

Sambung Sutarmidji ada sebagian puskesmas memiliki klinik bersalin. Ungkapnya untuk tahun ini Pemkot sudah menyediakan dana sebesar Rp 5 milyar untuk penyelesaian puskesmas di Siantan Hilir, sedangkan untuk peralatannya disediakan dana sebesar Rp 2 miliyar. Nantinnya di puskesmas tersebut akan ada 40 hingga 50 tempat tidur yang bisa digunakan pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya untuk persalinan. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sudah memberikan kartu sehat puskesmas sehingga ini bisa digunakan masyarakat untuk berobat, dan bila ada masyarakat yang berobat rutin dan perlu di tindak lanjuti untuk kerumah sakit maka orang itu bisa diberikan Kartu Jaminan Kesehatan Kota (Jamkesko). Kartu sehat puskesmas ini adalah filter untuk Jamkesko, jadi kata Sutarmidji tidak semua masyarakat bisa mendapatkan Jamkesko, karena Jamkesko diberikan bagi masyarakat yang benar-benar mendapatkan rujukan lanjutan dari Puskesmas. 

Menurutnya hal ini dilakukan untuk menghindari ramainya pelayanan di rumah sakit, karena rumah sakit tidak akan mampu melayani masyarakat, sehingga jika masih bisa ditangani di puskesmas sebaiknya berobat di puskesmas. 

Orang nomor satu Kota Pontianak ini menambahkan tahun 2013 ini kuota untuk Jamkesko sebanyak 33 ribu  dan ia berharap untuk tahun depan bisa ditingkatkan menjadi 50 ribu jaminan kesehatan. (Lnd)