Browse By

Warga yang Tak Kibarkan Bendera, Terancam Tidak Dilayani Administrasi

Pontianak – Walikota Pontianak, Sutarmidji mengimbau kepada seluruh masyarakat Pontianak untuk mengibarkan bendera merah putih di bangunan masing-masing dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Pengibaran bendera merah putih ini sebagai bukti kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan dirinya tak segan untuk memberikan teguran keras kepada siapa saja yang dengan sengaja tidak mau memasang bendera merah putih khususnya di ruko-ruko, kantor-kantor, tempat usaha dan rumah-rumah.

“Kalau misalnya tidak diindahkan himbauan pemasangan bendera, kita akan catat dan kami tidak akan urus administrasi yang diperlukannya dengan Pemerintah Kota Pontianak karena dia sendiri tidak menghormati negara ini,” katanya saat ditemui di kediaman dinasnya, Senin (15/8).

Sebelumnya, Walikota telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 003.1/113/Humas/2016 tanggal 2 Agustus 2016 yang isinya diantaranya mengimbau kepada seluruh masyarakat, instansi pemerintah maupun lembaga swasta mengibarkan bendera merah putih selama lima hari berturut-turut mulai tanggal 14 – 18 Agustus 2016.

Setelah selesai waktu pengibaran yang sudah ditentukan, Sutarmidji mengingatkan supaya bendera tersebut dilipat dan disimpan di tempat yang baik. Ia tak ingin ada bendera yang digulung begitu saja di tiang bendera kemudian diletakkan seenaknya di pojok-pojok ruang tempat tinggal ataupun ruko.

“Jangan asal saja memperlakukan bendera walaupun itu selembar kain merah putih tapi itu punyak makna yang sangat dalam untuk NKRI ini,” tegasnya.

Menurutnya, bendera merah putih merupakan pemersatu yang telah mempersatukan RI hingga saat ini. Selaku warga negara yang baik, sudah semestinya harus menghormati bendera merah putih, memasangnya serta menyimpannya di tempat yang baik setelah tidak lagi dikibarkan.

Selain imbauan pengibaran bendera merah putih, Sutarmidji berharap ruko-ruko atau bangunan yang sudah mulai terlihat kusam, segera dipercantik dengan mengecat ulang dan merapikannya. Bila di momen HUT RI ini para pemilik ruko tidak sempat mempercantik bangunannya, setidaknya di Hari Jadi Kota Pontianak yang jatuh bulan Oktober mendatang mereka bisa melakukannya.

“Kalau yang tetap membiarkan toko-toko itu kusam, kumal, kotor, maka saya akan bouvalle-kan atau dinyatakan tidak layak huni dan harus dibongkar,” tukasnya.

Seiring dengan pembangunan di Pasar Tengah, ruko-ruko di sekitar pasar itu juga dimintanya supaya berbenah agar kawasan itu menjadi kawasan yang nyaman untuk orang berbelaja maupun aktivitas perekonomian. (wti)