Wartawan Siap Liput Bencana

Pontianak – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar pelatihan bertema “Wartawan Siap Liput Bencana”. Pelatihan yang diikuti Forum Komunikasi Wartawan BNPB ini digelar mulai tanggal 23-25 Agustus 2016 di Gardenia Resort Kubu Raya.
Kepala BNPB RI, Willem Rampangilei mengatakan, wartawan merupakan mitra strategis BNPB dalam bekerja sama untuk penanganan bencana maupun dampak bencana, baik dari aspek sosial, ekonomi, lingkungan, kesehatan dan lainnya.
“Apa lagi wartawan itu bisa memutuskan perubahan politik, bisa merubah pola pikir masyarakat dan informasi. Dengan adanya informasi tersebut masyarakat tahu akan bencana,” ujarnya saat membuka kegiatan pelatihan, Selasa lalu.
Selain komitmen pemerintah yang kuat dalam menangani persoalan bencana di negeri ini, peran para wartawan juga memiliki andil yang besar sehingga BNPB merasa sangat terbantu dengan adanya informasi terkait bencana yang terjadi.
“Keilmuan media sangat dibutuhkan dalam penanganan bencana,” tuturnya.
Willem menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari nasional, dalam menghadapi bencana di Indonesia.
“BNPB tidak bisa bekerja dengan sendiri, tanpa ada dukungan dari semua pihak seperti wartawan, dan lainnya,” katanya.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, pelatihan wartawan BNPB ini sudah berjalan tiga tahun di Indonesia. Sedangkan di Kalbar baru pertama kalinya.
“Mengapa media sangat penting, karena mampu menyelamatkan masyarakat Indonesia, dan sebagainya,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, media memberikan pengetahuan berita bencana kepada masyarakat. Selain itu harus mampu melakukan penanganan pertama, wartawan bisa membaca titik bencana, dan sebagainya.
“Jadi wartawan harus mengetahui bagaimana penanganan bencana ini,” jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalbar, TTA Nyarong, menyambut baik atas terpilihnya Kalbar untuk membentuk wartawan penanggulangan bencana di tahun 2016 ini. “Ini tentunya sangat membantu BNPB dalam melakukan penanggulangan bencana khususnya di Kalbar,” ujarnya.
Menurut Nyarong, personel media massa sangat tangguh, cerdas, peralatan bagus, terstruktur, dan setiap hari produk mereka dibaca oleh masyarakat.
“Jadi tidak salah BNPB merangkul wartawan, dalam penanganan bencana,” pungkasnya. (wti)